Kajian Stereokimia Senyawa Kiral Hasil Modifikasi
Tahukah anda bahwa kebanyakan reaksi di laboratorium itu menggunakan bahan baku akiral ataupun rasemik dan akan menghasilkan produk akiral atau rasemik. Lain halnya dengan reaksi kimia di laboratorium, kebanyakan reaksi biologis dimulai dengan pereaksi kiral atau akiral. Reaksi-reaksi biologis ini dimungkinkan oleh katalis biologis yang disebut enzime, enzime bersifat kiral. Perlu diperhatikan bahwa setiap pasangan enantiomer mempunyai sifat-sifat kimia yang sama. Dikarenakan enzime itu bersifat kiral, maka enzime tersebut dapat berlaku selektif terhadap katalitiknya.
Pusat kiral adalah atom karbon yang mengikat empat buah gugus yang berbeda. Pada molekul yang memiliki pusat kiral, stereoisomer yang terbentuk dapat lebih dari satu. Misalnya, D-alanina dan L-alanina, kedua senyawa tersebut memiliki perbedaan pada letak atom H dan gugus –NH2. Sepasang enansiomer(stereoisomer) dinyatakan dengan D/L, R/S atau (+)/(-). Sepasang enansiomer alanine dapat digambarkan sebagai berikut :
Masing-masing stereoisomer mempunyai aktivitas biologis dan potensi yang berbeda, hal tersebut dikarenakan stereoisomer mempunyai struktur ruang yang berbeda. Sebagai contoh yaitu kloramfenikol.
Kloramfenikol merupakan antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. Aktivitas antibakterinya bekerja dengan menghambat sintesis protein dengan jalan meningkatkan ribosom subunit 50S yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. Pada pengembangan teknologi fermentasi, kloramfenikol dapat diisolasi, disemisintesis menjadi antibitoka turunannya, antara lain tiamfenikol dan turunan lainnya. Kloramfenikol memiliki dua atom karbon asimetrik, sehingga menghasilkan 4 stereoisomer.
Hubungan struktur dan aktivitas Stereokimia sangat berperan untuk aktivitas anti bakteri. Karena Kloramfenikol mempunyai 2 pusat kiral , maka dapat membentuk 4 isomer yaitu (-)treo, (+)treo, (-)eritro,dan (+)eritro. Berdasarkan keempat isomer tersebut yang paling aktif sebagai antibakteri hanyalah D-(-)treo.Isomer yg aktif sebagai antibakteri.
Permasalahan :
1. Reaksi-reaksi biologis ini dimungkinkan oleh katalis biologis yang disebut enzime. Mengapa enzime dapat dikatakan bersifat kiral ?
2. Jelaskan mekanisme organisme dalam mencernakan suatu campuran alanine resemik ?
3. Adakah efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan kloramfenikol ? Jelaskan
Baiklah saya Grace Manik dengan NIM A1C119087, ingin mencoba menjawab permasalahan nomor 3
BalasHapusKloramfenikol merupakan antibiotik spektrum luas, namun dapat menyebabkan efek samping hematologik yang berat jika diberikan secara sistemik. Oleh karena itu, obat ini sebaiknya dicadangkan untuk penanganan infeksi yang mengancam jiwa, terutama akibat Hemophilus influenzae dan demam tifoid. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan kloramfenikol ini adalah dapat menyebabkan pusing, sakit kepala dan mual atau muntah.
Terimakasih