REAKSI-REAKSI ORAGANIK DASAR

Perlu anda ketahui bahwasannya reaksi-reaksi organik itu sering terjadi secara alami di alam. Meskipun demikian, terdapat pula reaksi organik yang dilakukan di industri maupun di laboratorium dalam menghasilkan senyawa organik baru. 
Reaksi-reaksi organik yang terjadi tersebut dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Jenis reaksi organik dapat kita kelompokkan berdasarkan perubahan struktural yang terjadi. Pengelompokkan reaksi tersebut diantaranya yaitu reaksi substitusi, reaksi adisi, reaksi eliminasi, dan reaksi penataan ulang. Selain itu, reaksi organik juga dapat dikelompokkan berdasarkan perubahan bilangan oksidasi, pengelompokkannya yaitu, reaksi reduksi oksidasi dan nonreaksi reduksi oksidasi.
Pengelompokkan reaksi berdasarkan perubahan struktural diantaranya yaitu :

Reaksi Substitusi
Reaksi substitusi merupakan reaksi yang melibatkan penggantian satu kelompok gugus fungsional lainnya. Reaksi substitusi dapat diklasifikasikan menjadi reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi substitusi nukleofilik. Reaksi substitusi elektrofilik merupakan reaksi yang lebih sering terjadi pada senyawa aromatik. Sedangkan pada reaksi substitusi nukleofilik reaksi dapat terjadi pada senyawa jenuh, misalnya seperti pada alkana dan turunannya. Bentuk umum dari reaksi substitusi nukleofilik yaitu :

Nukleofilik menyerang substrat dan membentuk ikatan baru, sedangkan gugus lain yang semula diikat oleh substrat dilepas dan akan membawa elektron ikatannya. Pelepasan elektron tersebut dinamakan sebagai gugus pergi. 

Reaksi Adisi 
Reaksi adisi merupakan reaksi yang melibatkan terjadinya penggabungan antara dua atau lebih molekul dalam membentuk satu molekul. Pada senyawa tak jenuh reaksi adisi ini sangat terbatas seperti pada molekul yang mempunyai ikatan rangkap dua(alkana) dan ikatan rangkap tiga (alkuna). 
Reaksi adisi ini dapat berlangsung dengan pemutusan ikatan C=C (ikatan π) dan membentuk ikatan tunggal baru ( ikatan sigma). Pada reaksi adisi elektrofilik akan memungkinkan terjadinya interkonversi antara C=C dan C=C akan menjadi gugus fungsi lainnya, misalnya seperti alkil halida dan alkohol. 

Reaksi Eliminasi
Reaksi eliminasi ini merupakan reaksi yang terjadi apabila substituent dilepaskan dari suatu molekul substrat membentuk ikatan rangkap. Reaksi eliminasi ini dianggap sebagai reaksi kebalikan dari reaksi adisi.  Reaksi eliminasi memiliki beberapa tahapan dasar diantaranya yaitu, pelepasan proton, pembentukan ikatan rangkap (ikatan π) dan pemutusan ikatan C sp³ dengan gugus pergi. Reaksi ini akan menghasilkan produk lebih dari satu dan yang meruoakan senyawa isomernya. Hal tersebut dapat digambarkan sebagai regioselektivitas. 

Reaksi Penataan Ulang 
Reaksi penataan ulang merupakan reaksi yang melibatkan perpindahan atom atau gugus dalam suatu molekul dari satu atom ke atom yang lainnya. Kelas reaksi organik reaksi ini sangat luas ketika kerangka karbon suatu molekul disusun ulang agar menghasilkan isomer gugus struktural dari molekul aslinya. Penataan ulang ini terjadi melalui migrasi hydrogen , alkil, ataupun aril. 
Selanjutnya yaitu pengelompokan reaksi organic berdasarkan perubahan bilangan oksidasi 

Reaksi Reduksi Oksidasi
Perlu anda ketahui atom karbon dapat memiliki bilangan oksidasi yang beragam itu sebenarnya tergantung pada substituent yang terikat. Ada tiga cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan reaksi ini yaitu, metode pengikatan dan pelepasan oksigen,metode pemindahan elektron dan metode perubahan bilangan okdasi. 

Reaksi Oksidasi
Reaksi oksidasi adalah reaksi penangkapan oksigen oleh suatu zat ataupun suatu unsur yang akan membentuk suatu Oksida

Reaksi Reduksi 
Reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen oleh suatu zat ataupun suatu unsur dalam reaksi reduksi oksidasi.

Permasalahan :
1. Mengapa nukleofilik menyerang substrat dan dapat membentuk ikatan baru?
2. Pada reaksi adisi elektrofilik terjadi interkonversi, mengapa demikian?
3. Penataan ulang dapat terjadi melalui migrasi hidrogen, bagaimana mekanismenya?

Komentar

  1. Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh, Saya Melfiza Egia Distria NIM A1C119076, disini saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.

    Karena interkonversi merupakan proses mengubah (mengonversi) satu gugus fungsi ke gugus fungsi lain, misalnya dengan oksidasi atau reduksi. selain itu, apabila gugus yang terikat (Y) ialah gugus yang tak mampu berikatan dengan cincin aromatis melalui reaksi substitusi elektrofilik,maka akan dilakukan interkonversi gugus fungsi (dengan cara oksidasi,reduksi, substitusi).

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, baiklah saya Suci Lestari dengan NIM A1C119055. Saya akan mencoba menjawab permasalah nomer 1

    Mengapa nukleofilik menyerang substrat dan dapat membentuk ikatan baru? Karena spesies yang bertindak sebagai penyerang adalah nukleofil (basa Lewis), yaitu spesies yang dapat memberikan pasangan elektron ke atom lain untuk membentuk ikatan kovalen. Perubahan yang terjadi pada reaksi ini pada dasarnya adalah: suatu nukleofil dengan membawa pasangan elektronnya menyerang substrat (molekul yang menyediakan karbon untuk pembentukan ikatan baru), membentuk ikatan baru dan salah satu substituen pada atom karbon lepas bersama berpasangan elektronnya. Nukleofil sendiri dapat bermuatan netral atau positif, sedangkan substrat biasanya bermuatan positif atau netral.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, baiklah saya Riska Indriyani dengan NIM A1C119091. Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3.

    Mekanisme yang terjadi adalah dapat berlangsung dengan membawa pasangan elektron yang awalnya dipakai bersama untuk berikatan dengan asal migrasi (atom pertama yang mengikat gugus bermigrasi). adapun migrasi hidrogen terjadi, dimana atom hidrogen akan bermigrasi dengan membawa pasang elektronnya (hidrida) atau gugus yang berikatan akan bermigrasi dengan membawa pasang elektronnya yang akan menyisakan atom karbon yang ditinggalkan menjadi karbokation dan bermuatan positif.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stereokimia

MEKANISME REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK SN2

Mekanisme Reaksi Eliminasi E1