Stereokimia

Stereokimia
 Mengapa dinamakan Stereokimia? Karena Stereokimia adalah suatu study yang mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi. Hal ini mencakup tentang bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul ditata dalam ruangan satu relative terhadap yang lain. Dalam stereokimia ini ada tiga aspek kajian dalam pembahasannya, diantaranya yaitu, Keisomeran geometri, Konformasi molekul, dan Kiralitas. Pemahaman yang luas tentang terhadap aspek-aspek tersebut akan membantu seseorang dalam menjelaskan fenomena stereoisomer, yakni senyawa-senyawa yang mempunyai kesamaan rumus molekul dan urutan atom-atom yang terikat dalam rantai karbon. 

Keisomeran Geometri
Apa itu Keisomeran Geometri? Keisomeran Geometri merupakan fenomena isomer yang dapat diakibatkan oleh kekuatan ikatan dalam molekul, biasanya dapat ditemukan dalam alkena dan sikloalkana. Selain itu, Keisomeran geometri dapat juga dikatakan sebagai stereoisomer-stereisomer yang berbeda karena gugus-gugus berada pada sisi-sisi yang berlawanan terhadap kekuatan molekul. Isomer Geometri dapat dikatakan juga sebagai isomer cis-trans. Isomer-isomer cis-trans dapat dipisahkan dalam suhu kamar dan tanpa melalui interkonversi antara satu dengan lainnya. 
Persyaratan isomer geometri pada alkena yaitu bahwa tiap atom karbon yang terlibat dalam ikatan pi mengikat dua gugus yang berlainan, misalnya H dan Cl, atau CH3 dan Cl. 
Contoh
Terjadi Isomer Geometri
Bukan Isomer Geometri
Konformasi Molekul 
Dalam senyawa rantai- terbuka gugus-gugus yang terikat oleh ikatan sigma dapat berotasi mengelilingi ikatan. Hal itu menyebabkan atom-atom dalam suatu molekul rantai-terbuka dapat memiliki banyak sekali posisi dalam ruang relative. 
Konformasi dapat dinyatakan sebagai penataan dalam ruang yang berbeda susunannya, dikarenakan akibat dari rotasi gugus dapat mengelilingi ikatan sigma. Rotasi mengelilingi ikatan sigma seringkali disebut rotasi bebas, namun sebenarnya tidak benar-benar bebas. 
Jika akan mengemukakan konformasi dapat menggunakan rumus, diantaranya yaitu, Rumus Dimensional, Rumus bola-dan-pasak dan proyeksi Newman 
Rumus bola-dan-pasak dan rumus dimensional dapat dinyatakan sebagai representasi tiga dimensi dari model molekul dalam suatu senyawa. Sedangkan pada proyeksi newman dinyatakan bahwa pandangan ujung ke ujung dari dua atom karbon dalam molekul tersebut. Proyeksi Newman dapat diilustrasikan untuk molekul dengan dua atom karbon atau lebih. Oleh karena itu, setiap dua karbon yang dapat ditunjukkan dalam sebuah proyeksi, maka lebih dari satu proyeksi yang dapat digambarkan pada sebuah molekul.

Kiralitas Molekul
Kiralitas molekul dapat dinyatakan sebagai penataan kiri atau kanan atom-atom disekitar atom karbon yang dapat mengakibatkan isomeri. Molekul kiral merupakan molekul yang memiliki baayangan cermin tidak superimposable(tidak dapat bertumpukan). Molekul ini biasanya dapat terjadi ketika atom karbon yang mengikat empat substituent yang berbeda sehingga bentuknya asimetris.
Objek apa saja yang tidak dapat diimpitkan pada bayangan cerminnya dinamakan kiral, sebaliknya benda yang identic dengan bayangan cermin disebut akiral. Sebuah molekul akiral dan molekul bayangan cerminnya yang dapat diimpitkan merupakan senyawa yang sama dan mereka bukanlah isomer diantaranya. Sebuah atom karbon dengan 4 gugus yang berlainan disebut atom karbon asimetrik atau dengan nama lain atom karbon kiral, secara teknis bukan atom karbon yang bersifat kiral tetapi molekullah yang bersifat kiral. 


Permasalahan :
1. Ketika suatu atom karbon berikatan rangkap mempunyai gugus identik, mengapa tidak akan mungkin terjadi isomer geometrik?
2. Molekul akiral dan molekul bayangan cermin dapat diimpitkan, lalu mengapa pada molekul kiral pada bayangan cermin nya tidak dapat diimpitkan?
3. Apa yang menyebabkan terjadinya kiralitas pada atom karbon?

Komentar

  1. Assalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh, Saya Melfiza Egia Distria NIM A1C119076, disini saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.


    Karena sebuah molekul akiral dan molekul bayangan cerminnya yang dapat diimpitkan adalah yang sama, sedangkan sebuah molekul kiral tidak dapat diimpitkan pada bayangan cerminnya dan merupakan dua senyawa yang berlainan atau dapat disebut dengan istilah enantiomer

    BalasHapus
  2. Saya Riska Indriyani NIM A1C119091, disini akan menjawab permasalahan no 1.

    Penyebab adanya kiralitas pada suatu senyawa karena adanya atom karbon yang mengikat 4 gugus berbeda. Atom karbon tersebut diistilahkan sebagai pusat kiralitas (pusat chirality). Atom yang menjadi pusat kiralitas dikenal dengan istilah atom kiral. Penyebab adanya kiralitas adalah adanya senyawa karbon yang tidak simetris.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEKANISME REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK SN2

Mekanisme Reaksi Eliminasi E1