Pembentukan dan Sifat-Sifat Asam Karboksilat

 

Baiklah teman-teman, perlu kita ketahui bahwasannya alkohol primer dan aldehida biasanya dapat dioksidasi menjadi asam karboksilat menggunakan larutan kalium dikromat (VI) dengan adanya asam sulfat encer. Selama reaksi ini berlangsung, larutan kalium dikromat (VI) berubah dari jingga menjadi hijau. Kalium dikromat (VI) bisa juga diganti dengan natrium dikromat (VI). Karena yang penting adalah ion dikromat (VI), semua persamaan dan perubahan warnanya akan identik.

Pada alkohol primer ketika akan dioksidasi menjadi asam karboksilat, alkohol primer ini akan mengalami dalam dua tahap.Dalam menjadi suatu aldehida dan kemudian menjadi asam. sering digunakan versi sederhana dari persamaan ini menggunakan "[O]" untuk mewakili oksigen dari zat pengoksidasi. Pembentukan aldehida ditunjukkan oleh persamaan yang disederhanakan:

                     


Pada gugus "R" ini adalah atom hidrogen atau gugus hidrokarbon seperti gugus alkil. Aldehida kemudian dioksidasi lebih lanjut untuk menghasilkan asam karboksilat:

Ketika kita akan memulai dengan menggunakan suatu aldehida, dapat terlihat dengan jelas hanya melakukan tahap kedua ini. Mulai dari alkohol primer, Anda bisa menggabungkannya menjadi satu persamaan untuk menghasilkan:

R CH2O H+ 2 [ O ] → R CO O H+H2HAI

Persamaan lengkap untuk mengubah alkohol primer menjadi asam karboksilat adalah:

3 R CH2O H+ 2 Cr2HAI2 -7+ 16H+→ 3 R CO O H+ 4 Cr3 ++ 11H2HAI

atau jika Anda memulai dari aldehida adalah:

3 R CHO + Cr2HAI2 -7+ 8H+→ 3 R CO O H+ 3 Cr3 ++ 4H2HAI

Sebenarnya sangat jarang membuat asam yang dimulai dari aldehida, tetapi sangat umum untuk memulai dari alkohol primer. Konversi etanol menjadi asam etanoat akan menjadi contoh yang khas. Alkohol dipanaskan dengan refluks dengan campuran larutan kalium dikromat (VI) berlebih dan asam sulfat encer. Pemanasan di bawah refluks (pemanasan dalam labu dengan kondensor ditempatkan secara vertikal di dalamnya) mencegah aldehida yang terbentuk keluar sebelum sempat teroksidasi menjadi asam karboksilat. Selain itu, asam karboksilat juga dapat dibuat dengan cara disintesis/dibuat dari alkilbenzena tersubstitusi. Alkilbenzena ini akan dioksidasi dengan menggunakan katalis KMnO4 pada 95°C dan akan menghasilkan asam benzoat tersubstitusi.

            Atau dapat juga disintesis/dibuat dari nitril melalui reaksi hidrolisis. Nitril sendiri dibuat dengan cara mereaksikan alkil halida dengan ion CN- (biasanya direaksikan dengan NaCN)


SIFAT- SIFAT ASAM KARBOKSILAT

Sifat-Sifat Fisika

1. Pada temperatur kamar, asam karboksilat yang bersuku rendah adalah zat cair yang encer, suku tengah berupa zat cair yang kental, dan suku tinggi berupa zat padat yang tidak larut dalam air.

2. Titik didih dan titik leleh Td dan Tl asam karboksilat relatif tinggi karena kuatnya tarik menarik antarmolekul. Bahkan, lebih tinggi dari alkohol yang bersesuaian.

3. Kelarutan Asam karboksilat suku rendah dapat larut dalam air, tetapi asam karboksilat suku yang lebih tinggi sukar larut air.

4. Daya hantar listrik Asam karboksilat dapat terionisasi sebagian dalam air, sehingga termasuk senyawa elektrolit lemah.

R-COOH R-COO- + H+

Karena aldehid tidak mengandung hidrogen yang terikatpada oksigen, maka tidak terjadi ikatan hidrogen seperti pada alkohol. Aldehid adalah polar dan dapat membentuk gaya tarik menarik elektrostatik yang relatif kuat antara molekulnya,bagian negatif dari sebuah molekul akan tertarik ke bagian negatif dari molekul yang lainnya. Oleh karena itu, titik didihnya intermediate antara senyawa polar dan non polar


Sifat-Sifat Kimia

1. Ikatan Kimia Asam karboksilat mempunyai ikatan hidrogen sesamanya dan dapat berikatan secara ikatan hidrogen dengan molekul air.

2. Kepolaran Asam karboksilat mempunyai gugus hidroksil yang bersifat polar sehingga asam karboksilat bersifat polar.

3. Kereaktifan, Kereaktifan asam karboksilat merupakan asam lemah dan makin lemah untuk suku yang lebih tinggi kelarutan alkana dan alkohol yang sebanding dalam air.

Banyak asam karboksilat adalah cairan tidak berwarna dengan bau yang tidak sedap. Asam karboksilat dengan 5 sampai 10 atom karbon semuanya memiliki bau “goaty” (menjelaskan bau keju Limburger). Asam ini juga diproduksi oleh bakteri kulit pada sebum manusia (minyak kulit), yang menyebabkan bau dari ruang ganti yang berventilasi buruk. Asam dengan lebih dari 10 atom karbon adalah zat padat seperti lilin, dan baunya berkurang dengan bertambahnya massa molar dan mengakibatkan penurunan volatilitas. Asam karboksilat menunjukkan ikatan hidrogen yang kuat antar molekul. Oleh karena itu, zat ini memiliki titik didih yang tinggi dibandingkan zat lain dengan massa molar yang sebanding.

Permasalahan :

1. Bagaimana Mekanisme yang terjadi ketika asam karboksilat direaksikan dengan pereaksi grignard melalui proses karboksilasi?

2. Jelaskan mengapa dengan keadaan jumlah atom karbon yang sama titik didik asam karboksilat lebih tinggi dari turunannya?

3. Jelaskan mengapa pada materi diatas digunakan KMnO4 sebagai katalis? dan dapatkah digunakan yg lainnya?

Komentar

  1. Saya sayida harahap Nim A1C119088 izin untuk mencoba menjawab permasalahan nomor 1,
    pada reaksi asam karboksilat dengan reagen grignard reagent ini berfungsi sebagai nukleofil, menyerang atom karbon elektrofilik yang hadir dalam ikatan polar gugus karbonil. Penambahan pereaksi Grignard untuk karbonil biasanya hasil melalui keadaan transisi enam-beranggota cincin.
    Namun, dengan pereaksi Grignard terhalang, reaksi dapat melanjutkan dengan transfer elektron tunggal. Jalur serupa diasumsikan untuk reaksi lain dari reagen Grignard, misalnya, dalam pembentukan ikatan antara karbon-fosfor, timah-karbon, karbon-silikon, boron-karbon dan karbon-heteroatom. Sekian terimakasih

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Indah Triana Rezky A1C119025 akan menjawab permasalahan no 3 pada blog ini.

    Menurut saya reaksi oksidasi alkil benzena untuk menghasilkan asam karboksilat menggunakan oksidator kuat dan suhu yang tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa katalis lain selain KMnO4 bisa katalis kalium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan asam karboksilat. Menurut saya jika Kalium dikromat (VI) diganti dengan larutan lain contohnya, Natrium dikromat (VI). Karena yang penting adalah pada ion dikromatnya dimana memiliki persamaan dan perubahan warna yang sama. Jika oksidasi ini terjadi, maka larutan orange yang mengandung ion-ion dikromat(VI) kemudian direduksi menjadi larutan yang berwarna hijau yang mengandung ion-ion kromium(III).

    Terimakasih..

    BalasHapus
  3. saya qusayri al farisi nim a1c119038 akan mencoba menjawab permasalahan no 2. titik didih asam karboksilat lebih tinggi karena asam karboksilat memiliki ikatan atom hidrogen dengan oxigen dan turunan nya tidak memiliki ikatan atom H yang menyebab kan semakin kuatnya ikatan tersebut sehingga titik didih yang di perlukan untuk memutus ikatan nya tinggi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stereokimia

MEKANISME REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK SN2

Mekanisme Reaksi Eliminasi E1